Penyebab Nyeri Lutut

Lutut merupakan persendian yang paling besar di tubuh anda. Ia memainkan peran penting di hampir segala hal yang anda lakukan, mulai dari berjalan, berlari, beranjak dari duduk, dan lain sebagainya. Jadi tak heran jika lutut pun cenderung bekerja sangat keras setiap harinya, sehingga beresiko membuatnya cedera atau kelelahan. Faktanya, sekitar 18 juta orang mengeluhkan rasa sakit dan mendapatkan masalah dengan lutut mereka setiap tahunnya.

Masalah lutut bisa datang dengan berbagai macam bentuk, termasuk rasa nyeri, bengkak, hingga ketidakstabilan saat berjalan. Atau jika Anda tengah bernasib sial, kemungkinan Anda akan mengalami ketiga gejala tersebut secara sekaligus. Bagaimanapun juga, harap segera menghubungi dokter jika masalah lutut tersebut membuat Anda tidak mampu berjalan atau berdiri dan mengalami perubahan bentuk, karena bisa terdapatnya sebuah indikasi masalah yang lebih serius.

Penyebab Nyeri Lutut

Terdapat pula sebuah gejala unik lainnya berupa lutut yang kemerahan dan membengkak disertai dengan demam tinggi. Ini artinya, tubuh anda tengah memerangi infeksi dan harus segera mendapatkan perawatan.

Menurut seorang spesialis klinis bernama Robert Kaufman PT, DPT, dari NYU Langone’s Rusk Rehabilitation mengatakan bahwa faktor resiko terbesar dari nyeri lutut adalah kurangnya kekuatan dan fleksibilitas pada otot-otot di sekitar persendian tersebut, sehingga akan menempatkan tekanan pada lutut anda.

Sebenarnya, ada banyak sekali penyebab Anda terkena penyakit lutut, dimulai dari penyakit umum hingga nama penyakit yang terdengar sangat asing di telinga orang Indonesia. Adapun beberapa penyakit penyebab nyeri lutut telah kami paparkan di bawah ini untuk anda.

Penyebab Nyeri Lutut

1. Tendinitis

Tendinitis dapat membuat anda merasakan rasa sakit di bawah lutut atau di depan tempurung lutut Anda. Rajin berolahraga memang sangat menyehatkan, tetapi gaya hidup aktif tersebut terkadang bisa menjadi bumerang untuk Anda jika tidak dibarengi dengan penjagaan lutut secara benar. Sebut saja pesepeda, pelari, dan olahraga lainnya yang membutuhkan aktivitas meloncat (tenis, bola basket, dll) lebih rentan terkena tendinitis patella, yang mana biasanya menyebabkan rasa sakit di seluruh atau tepat di bawah bagian depan tempurung lutut.

Cedera akibat penggunaan berlebihan ini dapat menyebabkan terjadinya peradangan di area tendon patela, yang mana menghubungkan otot quad dan tulang kering di sana.

2. Bursitis

Bursitis dapat membuat lutut Anda terasa rapuh, sakit, membengkak, dan hangat saat disentuh. Penyakit ini sangat berhubungan erat dengan bursa di lutut anda. Bursa sendiri merupakan kantung kecil berisi cairan yang mengelilingi sendi di lutut. Ia memainkan tugas ganda dari waktu ke waktu, yaitu dengan menjadi bantalan antara tulang di lutut, sambil melumasi sendi agar mengurangi gesekan saat Anda bergerak.

Tetapi ketika bursa Anda tersebut menjadi meradang, maka akan terjadi pembengkakan dan meningkatkan gesekan antara jaringan di dekatnya sehingga cenderung menyebabkan rasa sakit.

Seorang ahli terapi fisik ortopedi bersertifikat bernama Zachary Rethorn yang juga merupakan anggota dari University of Tennessee di Chattanooga mengatakan bahwa beberapa penyebab utama dari nyeri lutut bursitis bisa dikarenakan terdapatnya trauma ketika Anda jatuh atau terkena benturan di area lutut Anda tersebut. Selain itu, tekanan yang terlalu lama seperti berjongkok selama berjam-jam, melakukan peregangan berulang yang terlalu sering, serta infeksi juga bisa menjadi faktor umum anda terkena bursitis.

Untuk mengobatinya, salah satu cara paling efektif yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengistirahatkan kaki anda dari berbagai macam kegiatan yang membebankan kaki terlalu banyak. Berikan juga kompresan es sekitar 10 hingga 15 menit setiap beberapa jam sekali untuk mengurangi peradangan yang terjadi di sana.

3. Torn Meniscus

Untuk masalah lutut yang satu ini, kemungkinan Anda akan merasakan nyeri di lutut ketika membungkuk yang disertai dengan pembengkakan dan kekakuan. Torn Meniscus atau meniskus yang robek merupakan salah satu jenis cedera lutut paling umum terjadi, dimana menyerang satu atau kedua bantal kartilagin berbentuk C yang berada di kedua lutut Anda. Bagi para orang dewasa, kondisi ini bisa terjadi ketika lutut mereka mengalami trauma atau terlalu banyak digunakan, terutama jenis olahraga yang menggunakan gerakan melompat.

Tetapi dengan seiring berjalannya usia seseorang, maka penyebab torn meniscus ini pun cenderung bisa dikarenakan oleh keausan di lutut. Untuk kondisi ini sebenarnya normal terjadi, bahkan kebanyakan orang yang telah berusia di atas 30 tahun cenderung mengalami keausan dan keretakan di lutut mereka secara alami.

4. Cedera ACL

Banyak sekali para atlet yang menderita cedera lutut yang satu ini. Dengan memiliki kepanjangan Anterior Cruciate Ligament, ACL sendiri merupakan salah satu kunci penstabil ligamen di lutut Anda. Setiap olahragawan yang melakukan aktivitas fisik seperti berputar, melompat, dan mendaratkan tubuh mereka dengan kaki cenderung lebih beresiko terkena cedera lutut yang satu ini.

Cedera ACL sendiri biasanya bervariasi, dimulai dari keseleo hingga benar-benar robek seluruhnya. Meskipun terapi fisik bisa membantu mengatasi beberapa rasa nyeri yang tak tertahankan tersebut, tetapi kemungkinan besar anda harus menjalani operasi untuk menyembuhkannya.

5. Arthritis

Mungkin Anda sudah sering mendengar jenis penyakit yang satu ini. Sebut saja osteoarthritis, yaitu sejenis penyakit arthritis yang seringkali menyerang lutut para penderitanya. Kondisi kesehatan ini biasanya muncul ketika anda menginjak usia 30-an, dan bisa disebabkan oleh kemunduran jaringan bantalan di lutut.

Sama halnya ketika rambut anda yang berubah memutih seiring dengan berjalannya usia, lutut anda pun akan terus mengalami kemunduran dari waktu ke waktu. Gejala dari arthritis sendiri bisa meliputi kekauan, pembengkakan, atau jangkauan gerak yang buruk.

Terdapat pula beberapa jenis arthritis yang tak kalah menyakitkannya yang menyerang lutut Anda, dua diantaranya yang paling terkenal adalah reumatik dan gout.

6. Sindrom Iliotibial Band

Dikenal juga dengan sebutan IT band atau ITBS, masalah lutut yang satu ini sebenarnya bisa diobati dengan lebih mudah dibandingkan dengan kelima jenis nyeri lutut di atas. Iliotibial band sendiri merupakan jaringan pita panjang yang berjalan di sepanjang sisi pinggul dan menempel ke sisi lutut.

Sayangnya, beberapa atlet seperti pelari dan pesepeda akan cenderung menggunakan jaringan ini terlalu sering dengan cara melengkungkan dan meluruskan lutut secara berulang, sehingga cenderung menyebabkan ketegangan dan peradangan di sana. Saat itu terjadi, kemungkinan besar anda akan mengalami rasa sakit dan cedera. Para ahli kesehatan sendiri menyebutnya sebagai IT Band Syndrome, atau Sindrom Iliotibial Band.

Untungnya, seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa sindrom iliotibial band cenderung lebih mudah untuk diobati karena masalahnya memang tidak serumit beberapa kondisi lutut yang telah disebutkan di atas. Cukup dengan istirahat lebih banyak, atau bahkan berlibur dulu dari latihan dan rutinitas Anda sementara waktu hingga rasa sakit tersebut benar-benar sembuh dan hilang.

Berolahraga memanglah sangat penting, tetapi pastikan juga anda untuk mengimbangi aktivitas tersebut dengan cara meningkatkan kekuatan lutut agar terhindar dari berbagai macam masalah kondisi lutut, sebelum gejalanya semakin berkembang dan menjadi lebih sulit untuk diobati.

Obat Sakit Kepala

Asri
3 min read

Pengertian Obat

Asri
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close