Penyakit Cikungunya

A. Definisi Penyakit Cikungunya

Cikungunya adalah sejenis demam yang disebabkan virus alphavirus. Virus ini menyebar melalui gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti. Istilah cikungunya berasal dari Bahasa Makonde yang berarti “Yang melengkung ke atas”. Disesuikan dengan bentuk tubuh yang melengkung akibat gejala-gejala arthritis dari penyakit ini. Penyakit ini dapat menyerang semua usia, baik anak-anak maupun dewasa di daerah endemis.

Penyakit Cikungunya

Virus chikungunya ini diidentifikasi pertama kalinya di daerah Tanzania, Afrika Timur pada tahun 1952. Postur bagi orang dewasa atau anak-anak yang terkena penyakit chikungunya akan membungkuk karena rasa nyeri yang hebat pada tangan atau kaki karena serangan di area sendinya. Chikungunya paling sering terjadi di daerah yang memiliki curah hujan tinggi, karena udaranya cenderung lembab. Kasus chikungunya sudah dialami dan terjadi di kuranglebih 40 negara yang kebanyakan berada di wilayah Asia, Afrika Barat dan Timur serta di sekitar wilayah Lautan Hindia.

Chikungunya pertama kali tercatat di Indonesia di daerah Samarinda sekitar tahun 1973, tahun 1982 di daerah Jambi dan di Yogyakarta pada tahun 1983. Setelah hampir 20 tahun tidak ada kabar tentang penyakit cikungunya ini di Indonesia. Pada kurun waktu 2001-2002 chikungunya kembali mewabah dengan jumlah kasus yang lebih tinggi. Hampir di semua wilayah terkena wabah penyakit cikungunya ini.

Kejadian mewabahnya penyakit cikungunya ini diperkirakan dapat di identifikasi sebagai penyakit re-emerging (yaitu penyakit yang pernah mewabah, lalu menghilang, dan mewabah kembali dalam periode tertentu) dengan jenis virus yang telah bermutasi setelah 20 tahun.

B. Sebab-sebab Penyakit Cikungunya

Berikut beberapa penyebab terserangnya penyakit cikungunya:

  1. Lingkungan yang tidak sehat (rumah gelap dan pengap).
  2. Banyaknya genangan air yang menjadi tempat bertelurnya nyamuk.
  3. Banyak baju kotor bergelantungan, sehingga menarik nyamuk untuk dating.
  4. Tergigit nyamuk Aedes aegypty.

C. Tanda-tanda dan Gejala Penyakit Cikungunya

Masa inkubasi dari penyakit adalah 7-10 hari yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegepti.

Nyamuk Aedes Aegepti

Berikut beberapa tanda dan gejala cikungunya:

  1. Tubuh tiba-tiba terasa demam selama lima hari, sehingga dikenal dengan istilah demam lima hari.
  2. Demam diikuti dengan rasa linu di persendian, pegal-pegal, ngilu, dan sakit pada tulang-tulang. Sehingga, terkadang ada orang yang menamainya sebagai demam tulang atau flu tulang.
  3. Pada anak kecil, demam diikuti dengan kulit dan mata yang merah, serta tanda-tanda seperti flu.Ruam-ruam merah pada kulit ini muncul setelah 3-5 hari.
  4. Sering dijumpai anak kejang demam.
  5. Pada anak yang lebih besar, demam biasanya diikuti rasa sakit pada otot dan sendi, serta terjadi pembesaran kelenjar getah bening. Gejala nyeri sendi dan otot ini sangat dominan, bahkan sampai menimbulkan kelumpuhan sementara.
  6. Kadang-kadang timbul rasa mual sampai muntah.

Beda cikungunya dengan demam berdarah dengue adalah pada cikungunya tidak ada pendarahan
Hebat, renjatan (shock), maupun kematian.

D. Tindakan yang Harus Dilakukan Jika Terkena Penyakit Cikungunya

Berikut beberapa hal yang harus dilakukan agar terhindar dari penyakit cikungunya:

  1. Rajin menguras bak mandi atau membersihkan tempat-tempat genangan air paling tidak satu minggu sekali.
  2. Menaburkan bubuk abate yang bisa dibeli di apotek-apotek atau toko obat untuk membunuh jentik-jentik nyamuk pada tempat-tempat air yang susah untuk dikuras. Ulangi dalm kurun waktu 2 sampai 3 bulan sekali. Takaran penggunaan bubuk abate adalah 1 gram bubuk abate atau 1 sendok makan untuk 10 liter air.
  3. Membersihkan halaman-halaman dan kebun di sekitar rumah dari benda-benda yang memungkinkan menampung air, terutama saat musim hujan.
  4. Jangan biarkan rumah dipenuhi baju-baju bergelantungan. Apabila ada baju kotor, lebih baik langsung dimasukkan tempat baju kotor.
  5. Membuat sanitasi yang cukup pada rumah dan selalu membuka pintu atau jendela mulai pagi hingga sore agar udara segar dan sinar matahari dapat masuk, sehingga rumah tidak gelap dan pengap, karena ada pertukaran udara dan pencahayaan yang baik.
  6. Gunakan insektisida dan themophos untuk mematikan jentik-jentiknya. Malathion digunakan dengan cara pengasapan, bukan penyemprotan di dinding, karena nyamuk jenis ini tidak suka hinggap di dinding, tapi di benda-benda yang menggantung.

Dari beberapa usaha yang dilakukan diatas, Anda juga harus melindungi diri dari gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus dengan melakukan:

  1. Memasang penutup jendela atau memasang kasa anti-nyamuk pada jendela
  2. Menggunakan pakaian tertutup atau menggunakan lotion anti nyamuk apabila berada di area yang banyak bersarang nyamuk atau menggunakan baju dengan warna cerah, karena nyamuk tidak menyukai warna yang cerah.
  3. Pakailah penyemprot atau obat anti nyamuk elektrik di malam hari.
  4. Hindari menggunakan bau-bauan atau parfum yang menyengat, karena nyamuk suka hinggap pada area dengan bau menyengat.
  5. Kasih bunga Lavender yang secara alami baunya membuat nyamuk enggan bertahan dalam ruangan.
  6. Lakukan Fogging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk cikungunya atau demam berdarah secara berkala.

Baca juga : Penyakit Demam Berdarah

Jika sudah terlanjur terjangkit penyakit cikungunya, segera bawa ke rumah sakit untuk mendpat perawatan lebih lanjut. Dan konsumsi obat yang direkomendasikan dokter dan isthirahat yang cukup.

Leave a Comment

× How can I help you?