Manfaat Brotowali

Tanaman pahit ini merupakan obat tradisional Indonesia yang biasa ditanam di kebun atau tumbuh secara liar di hutan. Tumbuhan yang tinggi batangnya mencapai 2,5 m ini sangat menyukai tempat yang panas untuk tumbuh. Brotowali berupa tanaman perdu dengan batang sebesar jari dan berbintil-bintil rapat. Daunnya tunggal, berbentuk seperti jantung dengan ujung lancip dan panjang 7-12 cm serta lebar 5-10 cm. Manfaat Brotowali sebagai obat tradisional sering digunakan sebagai bahan untuk obat-obatan dan bahan membuat jamu.

Manfaat Brotowali

Brotowali sering dikembangbiakkan dengan cara di stek. Bagian tanaman yang sering dijadikan obat adalah batangnya. Namun di China manfaat Brotowali sebagi obat tradisional diambil dari semua bagian tanamannya. Mau tahu apa saja manfaatnya? Yuk simak beberapa manfaatnya apa saja.

Manfaat Brotowali untuk Kesehatan Tubuh

1. Mengobati Diabetes

Brotowali dapat digunakan sebagai obat diabetes yang dapat mengurangi tingkat kematian karena gula darah yang tinggi. Senyawa pada brotowali yang bersifat anti diabetes ini dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Cara pengobatannya juga sederhana, yaitu:

  • Ambil beberapa batang brotowali, lalu cuci bersih
  • Kemudian rebus dengan air secukupnya
  • Tunggu hingga mendidih dan sisa air menjadi setengahnya
  • Untuk hasil yang optimal, minumlah 2 kali sehari rebusan tersebut

2. Mengobati Hepatitis (Penyakit Kuning)

Penyakit ini kadang disebut icterus, merupakan penyakit yang ditandai dengan perubahan warna kulit, bagian putih mata dan kelenjar ludah yang nampak lebih kuning.

Manfaat brotowali dengan kandungan kimia alami, alkaloid dan anti-inflamasi dapat menjadi obat herbal ampuh untuk mengobati sakit hepatitis tersebut. Caranya yaitu:

  • Ambil 2 batang brotowali, cuci bersih, lalu potong-potong
  • Rebus brotowali dengan 3 gelas air
  • Tunggu hingga mendidih dan sisakan menjadi 1 gelas
  • Diamkan sampai dingin, lalu saring dan tambahkan 1 sdm madu
  • Minumlah air rebusan brotowali tersebut 2 kali sehari sebanyak setengah gelas sekali minum

3. Anti Tumor

Manfaat brotowali dengan sifat sitotoksik terhadap kanker serviks juga bisa mencegah dan mengatasi tumor. Selain itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa brotowali dapat mengobati kanker hati. Mengingat kanker dan tumor merupakan dua penyakit yang sangat berbahaya, maka tidak ada salahnya untuk mencoba bahan alami ini untuk kesembuhan Anda.

4. Menyembuhkan Malaria

Zat pahit pikroretin pada brotowali mampu mengobati penyakit menular yang disebabkan oleh parasait plasmodium ini. Cara membuat ramuannya juga mudah, antara lain :

  • Ambil batang brotowali sepanjang 20 cm dan daunnya
  • Potong-potong batangnya lalu cuci bersih
  • Kemudian rebus dengan 1 gelas air
  • Sisakan hingga air menjadi setengah gelas
  • Setelah dingin, campurkan dengan madu
  • Minumlah air rebusan tersebut 3 kali sehari

5. Merangsang Kerja Urat Syaraf

Manfaat brotowali selanjutnya yaitu dapat merangsang kerja urat syaraf. Kandungan zat pikroretin dengan sensasi rasa pahitnya pada brotowali mampu merangsang kerja urat syaraf pada saluran pernafasan. Hal tersebut juga dapat menurunkan suhu tubuh panas.

6. Menyembuhkan Rematik

Rematik merupakan peradangan sendi akibat gangguan sistem kekebalan tubuh saat melawan bakteri, virus dan jamur. Manfaat brotowali dengan kandungan alkaloid dan pikroretin diklaim mampu mengatasi masalah saraf dan menyembuhkan rematik.

Berikut, beberapa cara pengolahannya :

  • Ambil batang brotowali segar dengan panjang 10 cm
  • Potong-potong lalu cuci bersih
  • Rebus dengan 4 gelas air
  • Sisakan hingga air menjadi 1 gelas
  • Kemudian dinginkan dan saring air rebusan tersebut
  • Minumlah secara rutin 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas

Baca juga : Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan Tubuh

Meskipun rasanya yang pahit, itu bukan menjadi alasan untuk tidak mengonsumsinya. Karena rasa pahitnya tidak sebanding dengan banyaknya manfaat brotowali untuk kesehatan tubuh. Selain itu, Anda juga bisa mengurangi rasa pahitnya dengan menambahkan madu saat mengonsumsi brotowali. Lagipula rasa pahit ini tidak akan terlalu menyengat jika Anda sudah pernah mencicipinya beberapa kali.